DASAR DAN TUJUAN PAK
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seiring perkembangan peradaban dan banyaknya kejadian besar yang
terjadi pada bangsa ini, maka akan semakin banyak pula tantangan yang muncul
seiring dengan perkembangan zaman dan kemunculan kejadian besar tersebut. pendidikan bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan
di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis
guna mencapai tujuan tersebut.
Hal
tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu
bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat.
olah karena itu Pendidikan Agama Kristen Juga harus berperan dalam dunia pendidikan,
kerena dengan adanya pendidikan Agama Kristen ini Kristus dapat di pelajari
oleh semua jenjang.
B. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.
Agar kita sebagai pembaca
dapat menambah wawasan tentang Pendidikan Agama Kristen dan lebih mudah dapat
mempelajari tentang Pendidikan Agama Kristen.
2.
Sebagai tugas dari dosen
Pembimbing Pendidikan Agama Kristen
C. Manfaat
Manfaat
dari penyusuna makalah ini adalah
agar
dapat menjadi referensi tambahan untuk seorang pendidik, maupun terdidik dalam
pengembangan akan pengetahuan Pendidikan Agama Kristen.
A.KONSEP
PAK
Secara
fisiologis tujuan pendidikan sanma dengan tujuan hidup.
Tujuan
pendidikan mengambarkan tentang idealisme, cita-cita kedaan individu atau
masyarakat yang di kehendaki
PAK
Terbagi atas 3 kosep yaitu:
1. AIM(S):
Adalah tujuan yang di usahakan untuk
dicapai pada akhirnya(secara mutlak)
lebih
tepat dikatakan sebagai ultimate
aims.
2. GOAL(S):
Adalah tujuan yang
hendak di capai dalam jangka watu tertentu,kegiatan pendidikan yang dilakukan
dalam jangka waktu tiga bulan atau beberapa kali pertemuan.
3. OBJECTIVE(S):
Adalah tujuan yang
hendak di capai dalam suatu proses belajar-mengajar dalam satu kali tatap muka.
B. APA TUJUAN SEBENARNYA PAK ?
Menurut:
Ø James D. Smart dalam bukunya The
Teaching Ministry Of The Church merumuskan tujuan akhir dari PAK dengan
kata-kata berikut :
”Kita
mengajar agar melalui ajaran kita,Allah dapat bekerja di hati mereka yang di
ajar,untuk menjadikan mereka murid-murid yang meyakinkan baik dengan kata-kata
maupun perbuatan di tengah-tengah dunia”.
jadi tujuan akhirnya
menjadikan peserta didik murid sejati,apapun arti dari ungkapan murid.
Werner C.Graendorf dalam
bukunya Introduction to Biblical Christian Education. Mengatakan
bahwa PAK antara lain adalah: “untuk membimbing individu-individu pada
semua tingkat perkembangnnya, dengan cara kontraporer,menuju pengenalan serta
pengalaman akan tujuan serta rencana Allah
dalam Kristus melalui setiap aspek kehidupan, dan juga untuk memperlengkapi
mereka demi pelayanan yang efektif.
Jadi ada 2 tujuan akhirnya yakni;
1.
Pengenalan serta pengalaman akan di tujuan dan
rencana Allah dalam kristus
2.
Menjadi pelayan yang efektif.
Di
Indonesia,komisi PAK dari Dewan
Gereja-gereja di Indonesia pernah merumuskan tujuan akhir dari PAK dengan
kata-kata sebagai berikut;
“Mengajak,membantu,menghantarkan
seseorang untuk mengenal kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus,sehingga
dengan pimpinan Roh Kudus Ia datang ke dalam suatu persekutuan yang hidup
dengan Tuhan.hal ini di nyatakan dalam kasih-Nya terhadap Allah dan sesama
manusia,yang di hayati dalam hidupnya sehari-hari, baik dengan kata-kata maupun
perbuatan selaku anggota tubuh Kristus yanh hidup”
Alasan Groome mengapa
Groome memilih konsep kerjaan Allah sebagai konsep kunci untuk menggambarkan
maksud Allah bagi manusia dan seluruh ciptaan-Nya.
pertama; Dalam Perjanjian
Lama, Visi Kerajaan Allah di kemukakan
sebagai visi Allah sendiri dn di maksudkan untuk semua
orang dan semua
ciptaan.
kedua; dalam Perjanjian
Baru sebagai kelanjutan ari tradisi Ibrani, Tuhan
Yesus memproklamasikan
kabar baik-Nya.
C. Teologi-teologi kontemporer
1.
Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Lama
Bagi orang-orang Israel Kerjaan Allah tidak hanya berarti wilayah
kekuasaan yang diperintah atau dalam arti abstrak,melainkan merupakan suatu
simbol yang menunjukan kepada Allah yang
kongkret,dalam sejarah dan membangun kekuasaan-Nya. Baik pemerintahan yang
kekal dan lengkap terhadap semua ciptaan (Kel.15:18; Mzm. 145:13), terhadap
surga (Mzm. 47:3), dan terhadap semua orang ( Yer. 10:7-10) dan yang memrintah
adalah Yahweh, tetapi penyempurnaan masih akan terjadi.
2.
Kerajaan Allah Dalam Pemberitahuan Tuhan Yesus
Dalam teologi Kristen masa kini,nampaknya pokok kristologi menjadi pusat
perhatian.bersamaan dengan itu,mulai dikembangkan suatu pendekatan baru
terhadap kristologi baru terhadap kristologi yakni kristologi bawah(kemanusiaan
Yesus),untuk menggantikan pendekatan yang lazim yakni kristologi dari atas
(Ilahi Kristus dan inisiatif Allah yang dating ke dunia dalam Yesus Kristus.)
Walaupun ada pendekatan yang berbeda terhadap kristologi, namun baik
kristologi atas maupun kristologi bawah mempunyai pengakuan yang sama bahwa
Yesus sentral dari kehidupan dan pembritaan Tuhan Yesus adalah “Kerajaan Allah”
,sepertijuga halnya dengan pengakuan ahli-ahli Perjanjian Baru.
Dalam pengertian Tuhan Yesus, kerajaan Allah merupakan kelanjutan dari
konsep/pengertian Ibrani dalam perjanjian Lama. Bagi Tuhan Yesus symbol
kerajaan Allah berarti apa yang di kehendaki oleh Allah, yakni kehendak-Nya
yang dilaksanakan.
Sesungguhnya perintah Yesus untuk mengasihi Allah dan sesama adalah
kelanjutan dari tradisi Yahudi (dalam Perjanjian Lama). Akan tetapi Tuhan Yesus
membuat hukum kasih menjadi radikal, karena pertama, seseorag tidak
dapat mengasihi Allah jika ia tidak mengasihi sesamanya. Kedua, Ia
menghilangkan batas tentang makna sesama yang selama ini terbatas pada sesama
orang Yahudi, menjadi untuk semua orang.
Satu-satunya respon yag cocok untuk kerajaan Allah adalah metenoia (pertobatan)
yakni suatu perubahan yang baik dalam hati.praksis dari kerajaan Allah adalah metonia
yang membuat kita dengan setia menantiakan kedatangan-Nya melaui cara hidup
yang sesuai.
Karena Kerajaan Allah adalah suatu manifestasi kasih Allah bagi kita,
maka kita menyatakan kerajaan Allah dengan jalan mengasihi Allah melalui kasih
kepeda sesama dan ciptaan Allah.Kerajaan Allah sebagai simbol pengharapan dan
peritah memimpin kita kepada pernyataan yang berhubungan dengan pembritaan
Tuhan Yesus tentang kerajaan Allah.
Tuhan Yesus tidak
pernah memerintahkan murid-Nya untuk pergi membangun Kerajaan Allah. Tetapi Ia
memerintahkan mereka untuk mecari dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya
(Mat.6:33), untuk dapat menghasilkan banyak buah (Mat. 13:4-23).
Kerajaan Allah adalah
hal yang sentral dalam memahami apa arti “iman Kristen”.Kerajaan Allah tidak
dapat di reduksi. artinya, hanya sebagai tempat jiwa di seberang sana.
3.
Kerajaan Allah Dalam Teologi-teologi Kontemporer
Penempatan kembali tema Kerajaan Allah sebagai tema yang sentral dalam
teologi masa kini,di perlukan dalam rangka memahami apa itu iman Kristen.proses
ini sudah berjalan sekitar 200 tahun.
Implikasi pastoral dari
kerajaan Allah sebagaimana di mengerti dalam teologi kontemporer, dapat di
simpulkan dalam tanggung jawab yang di letakan atas kita baik sebagai
pribadi-pribadi,persekutuan iman yang membentuk gereja Kristen,maupun sebagai
anggota dari struktur sosial dan politik.
Pertama,implikasi pribadi.Secara pribadi,pembritaan
tentang Kerajaan Allah mengundang semua orang agar dengan cara yang khusus,
menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamtnya.
Kedua, implikasinya untuk gereja. Hakikat dari misi
gereja harus dimegerti dalam terang kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus. Agar
gereja setia kepada ajaran Tuhan Yesus Kristus, maka gereja harus hidup demi
kerajaan Allah.
Ketiga, implikasinya untuk masyarakat. Apabila kita
melihat Kerajaan Allah dengan kerja sama manusia di dalam sejarah, dan bukan
hanya sekedar symbol yang menunjukan kepada realitas seberang sana saja,maka
Kerajaan Allah berfungsi sebagai suatu penghakiman terhadap struktur
sosial,ekonomi,politik dan juga terhadap tatanan masyarakat.
Jadi, implikasi pastoral
dari Kerajaan Allah untuk kita individu,sebagai persekutuan iman Kristen,dan
sebagai warga dari suatu tata sosial yang lebih luas, adalah bahwa kita
menyumbang kebahagiaan kita dalam kontekds kita sendiri dalam rangka memajukan
keadilan,perdamaian,dan kebebasan,dan untuk semua yang di jadikan oleh Kerajaan
Allah.
Iman Kristen
Kalau kerajaan Allah
adalah metarpupose dari PAK, maka respons terhadap Kerajaan Allah dalam Yesus
Kristus kita sebut sebagai iman Kristiani. Inilah yang kita sebut tujuan PAK (Ultimate
aims).
Iman Kristen dapat
diartikan sebagai suatu kehidupan yang di jalani sebagai respons terhadap
kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus. Menurut Groome inilah, inilah yang di
sebut tujuan segera ( immediate purpose) dari PAK. Jadi, untuk lebih
mengoperasionalkan metarpupose tadi, Groome merumuskan tujuan PAK yaitu
“iman Kristen yang hidup”.
Thomas H. Groome dalam
bukunya chirstian Religious Education
mengklaim bahwa, iman Kristen
mempunyai tiga dimensi yaitu:
1.
Suatu keyakinan/kepercayaan
2.
Suatu hubungan memercayakan diri
3.
Suatu kehidupan yang di jalani dalam kasih agape
Ketiga dimensi ini
memperoleh ekspresi dalam tiga aktifitas yakni iman sebagai kepercayaan,
trusting (keyakinan /mempercayakan diri ), serta iman sebagai tindakan.
1.
Iman
sebagai kepercayaan (Believing)
Iman Kristen lebih dari sekedar kepercayaan, khususnya
jika di kurangi, hanya sebagian kegiatan intelektual atau kognitif saja.
Walaupun demikian harus di katakana bahwa iman Kristen mempunyai dimensi
kepercayaan apabila ia mendapatkan perwujudan dalam kehidupan manusia. Jadi
aktivitas dari iman Kristen mengkehendaki agar di dalamnya ada suatu keyakinan
dan percaya tentang kebenaran-kebenaran yang di akui sebagai esensi dalam iman
Kristen.
2.
Iman
sebagai Keyakinan (Trusting)
Dalam bahasa latin iamn di sebut fidere yang berarti “meyakini atau mempercayakan
diri” Tekanan pada dimensi fiducial dari iman Kristen adalah
suatu kebenaran yang tidak boleh di lebihkan atau di anggap biasa.keyakinan
kita akan Allah dalam Yesus Kristus menuntun kita untuk menyadari dan mengingat
bahwa Kerajaan Allah adalah suatu anugerah, dan dalam arti yang sesungguhnya
telah datang dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Dan bahwa keselamatan telah di
kerjakan bagi kita.
3.
Iman
Sebagai Tindakan
Dalam injil Matius, Tuhan Yesus mengatakan bahwa bukan mereka
yang berseru pada Tuhan yang akan selamat, melainkan mereka yang melaksanakan
kehendak-Nya (Mat. 7:21). Artinya bahwa Yesus ingin agar kita dalam kehidupan
ini kita mempraktekan kasih agape itu, karena iman Kristen yang di hayati
dengan benar, menutut tindakan
atau pelaksanaan dari apa
yang di ketahui. Iman tanpa perbuatan adalah mati ( Yak. 2:26).
D. TUGAS PENDIDIKAN YANG DISERTAI
IMAN KRISTEN
Pertama, iman Kristen mempunyai
dimensi Ilahi, yakni bahwa iman Kristen selalu di yakini sebagai karunia
Allah,di mana anugerah itu nenyentuh hati seseorang sehingga ia datang kepada
Yesus Kristus. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa kita mengabaikan tanggung
jawab kita untuk memungkinkan Firman Allah di sajikan di tengah-tengah
persekutuan iman.
Kedua,
Iman Kristen memiliki
dimensi kognitif, yakni aktivitas untuk mempercayai. Tugas pendidikan dalam PAK
adalah mendidik anggota jemaat untuk memperdalam serta memeperluas
pengetahuannya akan doktrin-doktrin Kristen melalui pengajaran yang rasional.
ketiga,
ada dimensi
efektif dari iman Kristen, yakni suatu untuk meyakini. Iman Kristen
sesungguhnya adalah suatu panggilan pada hubungan kesetiaan dan keyakinan
terhadap Allah yang setia dan menyelamatkan melalui Yesus Kristus sehingga kita
dibentuk kualitas hubungan kita dengan sesama manusia.
Dengan demikian
pendidikan memliki tugas ganda yaitu:
Pertama,
tugas membimbing manusia
dalam perkembangan spiritualnya (rohani).
Kedua,
usaha pendidikan hharus
menolong peserta didik untuk mempertahankan dan memperdalam hubungan
persahabatan dengan seluruh umat manusia.
Ketiga,
ada dimensi dari
tingkahlaku dari dimensi dari iman Kristen yakni suatu tindakan. maksudnya
adalah iman Kristen mengkehendaki keterlibatan kita dalam dunia, yaitu:
a)
sebagai respon terhadap anugerah.
b)
Sebagai respon terhadap mandat Allah.
c)
Iman Kristen adalah suatu proses perkembangan
seumur hidup yang melibatkan keseluruhan pribadi seseorang.
§
Menurut penyusun tujuan
Pendidikan Kristen ialah, membawa peserta didik untuk mengalami perjumpaan
dengan Kristus, mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh, hidup dalam keataatan
serta mampu mempraktekkan imannya dalam kehidupan sehari hari.
Jadi tujuan akhir (unlimate
aims) PAK dapat dirumuskan secara teologis, dan rumusannya akan di
pengaruhi oleh perspektif teologis seseorang pendidik PAK.
PENUTUP
Kesimpulan
Tujuan Pendidikan Kristen ialah, membawa
peserta didik untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan
sungguh-sungguh, hidup dalam keataatan serta mampu mempraktekkan imannya dalam
kehidupan sehari hari sehingga menjadi
suratan Kristus yang tebuka bagi semua orang.
Saran
untuk
menyempurnakan makalah ini, penyusun sangat berharap para pembaca dapat
menambahkan materi tambahan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen.
sehingga kedepan makalah ini lebih baik lagi yang dapat bermanfaat bagi banyak
orang untuk memajukan pendidikan di negeri tercinta kita Indonesia ini
khususnya di bidang Agama Kristen.
DAFTAR PUSTAKA
Nuhamara, Daniel. Pembimbing PAK. Salatiga: Medio, 2007.