Minggu, 23 September 2018

Dasar dan Tujuan PAK



DASAR DAN TUJUAN PAK


PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
            Seiring perkembangan peradaban dan banyaknya kejadian besar yang terjadi pada bangsa ini, maka akan semakin banyak pula tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan zaman dan kemunculan kejadian besar tersebut. pendidikan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
 Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut.
 Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. olah karena itu Pendidikan Agama Kristen Juga harus berperan dalam dunia pendidikan, kerena dengan adanya pendidikan Agama Kristen ini Kristus dapat di pelajari oleh semua jenjang.

B.        Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.                  Agar kita sebagai pembaca dapat menambah wawasan tentang Pendidikan Agama Kristen dan lebih mudah dapat mempelajari tentang Pendidikan Agama Kristen.
2.                  Sebagai tugas dari dosen Pembimbing Pendidikan Agama Kristen

C. Manfaat
Manfaat dari penyusuna makalah ini adalah
agar dapat menjadi referensi tambahan untuk seorang pendidik, maupun terdidik dalam pengembangan akan pengetahuan Pendidikan Agama Kristen.

TUJUAN PAK

A.KONSEP PAK
Secara fisiologis tujuan pendidikan sanma dengan tujuan hidup.
Tujuan pendidikan mengambarkan tentang idealisme, cita-cita kedaan individu atau masyarakat yang di kehendaki
PAK Terbagi atas 3 kosep yaitu:
 1.        AIM(S):
            Adalah tujuan yang di usahakan untuk dicapai pada akhirnya(secara mutlak) 
lebih tepat dikatakan sebagai  ultimate aims.
 2.        GOAL(S):
 Adalah tujuan yang hendak di capai dalam jangka watu tertentu,kegiatan pendidikan yang dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan atau beberapa kali pertemuan.
 3.        OBJECTIVE(S):
 Adalah tujuan yang hendak di capai dalam suatu proses belajar-mengajar dalam satu kali tatap muka.

B. APA TUJUAN SEBENARNYA PAK ?
Menurut:
Ø     James D. Smart dalam bukunya The Teaching Ministry Of The Church merumuskan tujuan akhir dari PAK dengan kata-kata berikut :
”Kita mengajar agar melalui ajaran kita,Allah dapat bekerja di hati mereka yang di ajar,untuk menjadikan mereka murid-murid yang meyakinkan baik dengan kata-kata maupun perbuatan di tengah-tengah dunia”.
  jadi tujuan akhirnya menjadikan peserta didik murid sejati,apapun arti dari  ungkapan murid.
Werner C.Graendorf dalam bukunya Introduction to Biblical Christian Education. Mengatakan bahwa PAK antara lain adalah: “untuk membimbing individu-individu pada semua tingkat perkembangnnya, dengan cara kontraporer,menuju pengenalan serta pengalaman akan tujuan serta rencana Allah  dalam Kristus melalui setiap aspek kehidupan, dan juga untuk memperlengkapi mereka demi pelayanan yang efektif.
    Jadi ada 2 tujuan akhirnya yakni;
1.                   Pengenalan serta pengalaman akan di tujuan dan rencana Allah dalam kristus
2.                   Menjadi pelayan yang efektif. 

Di Indonesia,komisi PAK  dari Dewan Gereja-gereja di Indonesia pernah merumuskan tujuan akhir dari PAK dengan kata-kata sebagai berikut;
“Mengajak,membantu,menghantarkan seseorang untuk mengenal kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus,sehingga dengan pimpinan Roh Kudus Ia datang ke dalam suatu persekutuan yang hidup dengan Tuhan.hal ini di nyatakan dalam kasih-Nya terhadap Allah dan sesama manusia,yang di hayati dalam hidupnya sehari-hari, baik dengan kata-kata maupun perbuatan selaku anggota tubuh Kristus yanh hidup”
Alasan Groome mengapa Groome memilih konsep kerjaan Allah sebagai konsep kunci untuk menggambarkan maksud Allah bagi manusia dan seluruh ciptaan-Nya.
pertama; Dalam Perjanjian Lama, Visi Kerajaan Allah di kemukakan
sebagai visi  Allah sendiri dn di maksudkan untuk semua orang dan semua
ciptaan.
kedua; dalam Perjanjian Baru sebagai kelanjutan ari tradisi Ibrani, Tuhan
Yesus memproklamasikan kabar baik-Nya.
C. Teologi-teologi kontemporer
1.                        Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Lama

Bagi orang-orang Israel Kerjaan Allah tidak hanya berarti wilayah kekuasaan yang diperintah atau dalam arti abstrak,melainkan merupakan suatu simbol yang menunjukan kepada  Allah yang kongkret,dalam sejarah dan membangun kekuasaan-Nya. Baik pemerintahan yang kekal dan lengkap terhadap semua ciptaan (Kel.15:18; Mzm. 145:13), terhadap surga (Mzm. 47:3), dan terhadap semua orang ( Yer. 10:7-10) dan yang memrintah adalah Yahweh, tetapi penyempurnaan masih akan terjadi.

2.                  Kerajaan Allah Dalam Pemberitahuan Tuhan Yesus

Dalam teologi Kristen masa kini,nampaknya pokok kristologi menjadi pusat perhatian.bersamaan dengan itu,mulai dikembangkan suatu pendekatan baru terhadap kristologi baru terhadap kristologi yakni kristologi bawah(kemanusiaan Yesus),untuk menggantikan pendekatan yang lazim yakni kristologi dari atas (Ilahi Kristus dan inisiatif Allah yang dating ke dunia dalam Yesus Kristus.)
Walaupun ada pendekatan yang berbeda terhadap kristologi, namun baik kristologi atas maupun kristologi bawah mempunyai pengakuan yang sama bahwa Yesus sentral dari kehidupan dan pembritaan Tuhan Yesus adalah “Kerajaan Allah” ,sepertijuga halnya dengan pengakuan ahli-ahli Perjanjian Baru.
Dalam pengertian Tuhan Yesus, kerajaan Allah merupakan kelanjutan dari konsep/pengertian Ibrani dalam perjanjian Lama. Bagi Tuhan Yesus symbol kerajaan Allah berarti apa yang di kehendaki oleh Allah, yakni kehendak-Nya yang dilaksanakan.
Sesungguhnya perintah Yesus untuk mengasihi Allah dan sesama adalah kelanjutan dari tradisi Yahudi (dalam Perjanjian Lama). Akan tetapi Tuhan Yesus membuat hukum kasih menjadi radikal, karena pertama, seseorag tidak dapat mengasihi Allah jika ia tidak mengasihi sesamanya. Kedua, Ia menghilangkan batas tentang makna sesama yang selama ini terbatas pada sesama orang Yahudi, menjadi untuk semua orang.
Satu-satunya respon yag cocok untuk kerajaan Allah adalah metenoia (pertobatan) yakni suatu perubahan yang baik dalam hati.praksis dari kerajaan Allah adalah metonia yang membuat kita dengan setia menantiakan kedatangan-Nya melaui cara hidup yang sesuai.
Karena Kerajaan Allah adalah suatu manifestasi kasih Allah bagi kita, maka kita menyatakan kerajaan Allah dengan jalan mengasihi Allah melalui kasih kepeda sesama dan ciptaan Allah.Kerajaan Allah sebagai simbol pengharapan dan peritah memimpin kita kepada pernyataan yang berhubungan dengan pembritaan Tuhan Yesus tentang kerajaan Allah.
            Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan murid-Nya untuk pergi membangun Kerajaan Allah. Tetapi Ia memerintahkan mereka untuk mecari dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya (Mat.6:33), untuk dapat menghasilkan banyak buah (Mat. 13:4-23).
            Kerajaan Allah adalah hal yang sentral dalam memahami apa arti “iman Kristen”.Kerajaan Allah tidak dapat di reduksi. artinya, hanya sebagai tempat jiwa di seberang sana.

3.                  Kerajaan Allah Dalam Teologi-teologi Kontemporer
Penempatan kembali tema Kerajaan Allah sebagai tema yang sentral dalam teologi masa kini,di perlukan dalam rangka memahami apa itu iman Kristen.proses ini sudah berjalan sekitar 200 tahun.
Implikasi pastoral dari kerajaan Allah sebagaimana di mengerti dalam teologi kontemporer, dapat di simpulkan dalam tanggung jawab yang di letakan atas kita baik sebagai pribadi-pribadi,persekutuan iman yang membentuk gereja Kristen,maupun sebagai anggota dari struktur sosial dan politik.
Pertama,implikasi pribadi.Secara pribadi,pembritaan tentang Kerajaan Allah mengundang semua orang agar dengan cara yang khusus, menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamtnya.
Kedua, implikasinya untuk gereja. Hakikat dari misi gereja harus dimegerti dalam terang kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus. Agar gereja setia kepada ajaran Tuhan Yesus Kristus, maka gereja harus hidup demi kerajaan Allah.
Ketiga, implikasinya untuk masyarakat. Apabila kita melihat Kerajaan Allah dengan kerja sama manusia di dalam sejarah, dan bukan hanya sekedar symbol yang menunjukan kepada realitas seberang sana saja,maka Kerajaan Allah berfungsi sebagai suatu penghakiman terhadap struktur sosial,ekonomi,politik dan juga terhadap tatanan masyarakat.
Jadi, implikasi pastoral dari Kerajaan Allah untuk kita individu,sebagai persekutuan iman Kristen,dan sebagai warga dari suatu tata sosial yang lebih luas, adalah bahwa kita menyumbang kebahagiaan kita dalam kontekds kita sendiri dalam rangka memajukan keadilan,perdamaian,dan kebebasan,dan untuk semua yang di jadikan oleh Kerajaan Allah.

Iman Kristen
            Kalau kerajaan Allah adalah metarpupose dari PAK, maka respons terhadap Kerajaan Allah dalam Yesus Kristus kita sebut sebagai iman Kristiani. Inilah yang kita sebut tujuan PAK (Ultimate aims).  
Iman Kristen dapat diartikan sebagai suatu kehidupan yang di jalani sebagai respons terhadap kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus. Menurut Groome inilah, inilah yang di sebut tujuan segera ( immediate purpose) dari PAK. Jadi, untuk lebih mengoperasionalkan metarpupose tadi, Groome merumuskan tujuan PAK yaitu “iman Kristen yang hidup”.
Thomas H. Groome dalam bukunya  chirstian Religious Education  mengklaim bahwa, iman Kristen mempunyai tiga dimensi yaitu:
1.                  Suatu keyakinan/kepercayaan
2.                  Suatu hubungan memercayakan diri
3.                  Suatu kehidupan yang di jalani dalam kasih agape
Ketiga dimensi ini memperoleh ekspresi dalam tiga aktifitas yakni iman sebagai kepercayaan, trusting (keyakinan /mempercayakan diri ), serta iman sebagai tindakan.
1.                  Iman sebagai kepercayaan (Believing)
            Iman Kristen lebih dari sekedar kepercayaan, khususnya jika di kurangi, hanya sebagian kegiatan intelektual atau kognitif saja. Walaupun demikian harus di katakana bahwa iman Kristen mempunyai dimensi kepercayaan apabila ia mendapatkan perwujudan dalam kehidupan manusia. Jadi aktivitas dari iman Kristen mengkehendaki agar di dalamnya ada suatu keyakinan dan percaya tentang kebenaran-kebenaran yang di akui sebagai esensi dalam iman Kristen.

2.                Iman sebagai Keyakinan (Trusting)
            Dalam bahasa latin iamn di sebut  fidere  yang berarti “meyakini atau mempercayakan diri”  Tekanan pada dimensi  fiducial dari iman Kristen adalah suatu kebenaran yang tidak boleh di lebihkan atau di anggap biasa.keyakinan kita akan Allah dalam Yesus Kristus menuntun kita untuk menyadari dan mengingat bahwa Kerajaan Allah adalah suatu anugerah, dan dalam arti yang sesungguhnya telah datang dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Dan bahwa keselamatan telah di kerjakan bagi  kita.

3.                  Iman Sebagai Tindakan
            Dalam injil Matius, Tuhan Yesus mengatakan bahwa bukan mereka yang berseru pada Tuhan yang akan selamat, melainkan mereka yang melaksanakan kehendak-Nya (Mat. 7:21). Artinya bahwa Yesus ingin agar kita dalam kehidupan ini kita mempraktekan kasih agape itu, karena iman Kristen yang di hayati dengan benar, menutut tindakan
atau pelaksanaan dari apa yang di ketahui. Iman tanpa perbuatan adalah mati ( Yak. 2:26).
D. TUGAS PENDIDIKAN YANG DISERTAI
 IMAN KRISTEN
                        Pertama, iman Kristen mempunyai dimensi Ilahi, yakni bahwa iman Kristen selalu di yakini sebagai karunia Allah,di mana anugerah itu nenyentuh hati seseorang sehingga ia datang kepada Yesus Kristus. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa kita mengabaikan tanggung jawab kita untuk memungkinkan Firman Allah di sajikan di tengah-tengah persekutuan iman.
                        Kedua, Iman Kristen memiliki dimensi kognitif, yakni aktivitas untuk mempercayai. Tugas pendidikan dalam PAK adalah mendidik anggota jemaat untuk memperdalam serta memeperluas pengetahuannya akan doktrin-doktrin Kristen melalui pengajaran yang rasional.
                        ketiga, ada dimensi efektif dari iman Kristen, yakni suatu untuk meyakini. Iman Kristen sesungguhnya adalah suatu panggilan pada hubungan kesetiaan dan keyakinan terhadap Allah yang setia dan menyelamatkan melalui Yesus Kristus sehingga kita dibentuk kualitas hubungan kita dengan sesama manusia.
Dengan demikian pendidikan memliki tugas ganda yaitu:
            Pertama, tugas membimbing manusia dalam perkembangan spiritualnya (rohani).
            Kedua, usaha pendidikan hharus menolong peserta didik untuk mempertahankan dan memperdalam hubungan persahabatan dengan seluruh umat manusia.
            Ketiga, ada dimensi dari tingkahlaku dari dimensi dari iman Kristen yakni suatu tindakan. maksudnya adalah iman Kristen mengkehendaki keterlibatan kita dalam dunia, yaitu:
a)                  sebagai respon terhadap anugerah.
b)                  Sebagai respon terhadap mandat Allah.
c)                  Iman Kristen adalah suatu proses perkembangan seumur hidup yang melibatkan keseluruhan pribadi seseorang.
§                 Menurut penyusun tujuan Pendidikan Kristen ialah, membawa peserta didik untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh, hidup dalam keataatan serta mampu mempraktekkan imannya dalam kehidupan sehari hari. 
Jadi tujuan akhir (unlimate aims) PAK dapat dirumuskan secara teologis, dan rumusannya akan di pengaruhi oleh perspektif teologis seseorang pendidik PAK.
PENUTUP
Kesimpulan

            Tujuan Pendidikan Kristen ialah, membawa peserta didik untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh, hidup dalam keataatan serta mampu mempraktekkan imannya dalam kehidupan sehari hari sehingga menjadi  suratan Kristus yang tebuka bagi semua orang.
                       
Saran
            untuk menyempurnakan makalah ini, penyusun sangat berharap para pembaca dapat menambahkan materi tambahan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. sehingga kedepan makalah ini lebih baik lagi yang dapat bermanfaat bagi banyak orang untuk memajukan pendidikan di negeri tercinta kita Indonesia ini khususnya di bidang Agama Kristen.




DAFTAR PUSTAKA

Nuhamara, Daniel. Pembimbing PAK. Salatiga: Medio, 2007.